betulkah PNS 95% Tidak Kompeten?

Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Azwar Abubakar menyatakan, dari 4,7 juta jumlah pegawai negeri sipil (PNS) hanya lima persen yang kompeten. Menanggapi hal itu, Sekjen Transparansi Internasional Indonesia (TII) Teten Masduki meminta agar pemerintah mengambil langkah tegas dalam memangkas jumlah PNS yang tidak efisien.
"Kalau menurut saya itu bagian dari reformasi birokrasi, pemerintah harus pangkas pegawai negeri yang menurut saya sudah tidak efisien. Saya kira harus berani pemerintah memangkas PNS kalau memang tidak fungsional," kata Teten, baru-baru ini.
Teten menjelaskan bahwa saat ini jumlah anggaran negara banyak tersedot un tuk membayar gaji PNS. Padahal saat ini para abdi negara yang jumlahnya semakin banyak itu tak memberikan sumbangsih yang besar untuk negara. "Kalau itu dibiarkan maka ini beban, beban anggaran negara, Jadi saat ini lebih banyak PNS ketimbang kerjaannya." terangnya.
Ke depan untuk menghindari PNS yang tidak kompeten, menurut Teten, pemerintah harus berani mengambil inisiatif. Reformasi birokrasi harus segera dilakukan dengan cara memangkas jumlah PNS yang ada. "Proses perekrutan lebih selektif. Sistem kariernya juga diperbaiki, jangan gara-gara dia saudara atau ada kepentingan politik lalu dia direkrut jadi PNS," tuturnya.
Teten menambahkan, cara memangkas PNS dengan memberikan pensiun dini.(ULF)
Saya betul-betul tidak kaget dengan pernyataan pak MENPAN-RB di Liputan6.com, karena apa? karena PNS sudah pada tahap aman, PNS sudah masuk pada wilayah terjamin ketingkat anak, sehingga PNS sudah tidak mempunyai daya saing yang tinggi karena sudah tercukupi hajat hidupnya, beda lagi kalau PNS itu hanya sebatas tenaga Kontrak yang akan dievaluasi setiap tahunnya, kalau bagus bisa diteruskan/diperpanjang kontraknya dan kalau kinerjanya kurang bagus hanya sebatas kontrak pertama.
dengan sistim kontrak dan dengan nilai kontrak yang besar akan membuat PNS bersaing dalam kinerja sekaligus juga akan membuat lapangan kerja terus berganti dengan pendatang baru yang kompeten dan akan menghindari menumpuknya pengangguran karena pergantian PNS yang dinamis, dan mungkin saja akan meningkatkan citra masyarakat tentang PNS, sehingga PNS merupakan pekerjaan Mulia, Bonafide dan tempat orang-orang yang kompeten didalamnya.